close
iklan 150 x 650 kanan

Jumat, 04 April 2014

Jumatulis #3 Cepirit - Kenapa bisa bau ya?

Zaman dahulu kala, ada sebuah pulau kecil yang terletak jauh dari mana-mana. Di pulau itu tinggal berbagai macam keluarga binatang. Ada keluarga gajah, jerapah, harimau, kelinci, sigung dan yang lainnya. Mereka semua hidup rukun dan damai di pulau itu. Setiap hari anak-anak dari masing-masing hewan tersebut pergi ke sekolah bersama. Eits, beneran lohh, mereka sekolah, emangnya sekolah cuma buat manusia aja? :p



Suasana kelas di sekolah binatang itu selalu penuh canda tawa, ada si gajah yang lucu, kelinci yang periang, sigung sang pemalu, jerapah si kutubuku, kucing si pemalas, dan masih banyak lagi. Ada saja ulah si gajah yang bisa membuat teman lainnya tertawa.

"Eh eh, hari ini ada PR gak?" Tanya si Gajah pada teman-temannya.

"Ada, Jah, PR matematika dari pak Burhan yang minggu lalu," jawab kucing yang masih bermalas-malasan. "Aku belum ngerjain kok," tambahnya.

"Ah kamu apaan sih yang udah dikerjain? Pasti gak ada," sela si kelinci yang baru masuk kelas.

"Makanya jangan males, Cing, PR tuh harus dikerjain," kata Jerapah santai sambil mengeluarkan buku PR nya.

Sigung si pemalu yang dari tadi duduk di pojok kelas hanya diam mendengar obrolan pagi itu. Dia malu mengatakan kalau sebenarnya diapun lupa mengerjakan PR-nya. Pak Burhan si burung hantu memang terkenal sebagai guru yang galak.

"Gung, kamu sudah mengerjakan PR belum?" tanya Kelinci pada Sigung.

"Be.. belum.. hmm.. aku lupa.." jawab Sigung sambil terbata.

Lalu tiba-tiba bel tanda pelajaran dimulai berbunyi. Seluruh siswa binatang langsung masuk kelas dan duduk di tempatnya masing-masing. Tak lama kemudian Pak Burhan pun masuk kelas. Serempak seluruh siswa mengucapkan salam, dipimpin oleh Singa si ketua kelas.

"SELAMAT PAGI, PAK..!!"

"Selamat pagi, anak-anak." jawab Pak Burhan. "Coba sekarang keluarkan PR kalian masing-masing, bapak akan tunjuk secara acak untuk mengerjakan PR-nya di depan kelas." tambahnya.

Beberapa murid tampak ketakutan karena belum mengerjakan PR, termasuk si Kucing dan Sigung.

"Sigung, coba kamu maju, kerjakan di depan," perintah Pak Burhan.

"Ta.. ta.. tapi, Pak,.. hmm," Sigung pun bingung, ia maju perlahan sambil gemetaran. Ia sangat takut di marahi oleh Pak Burhan. Sampai di depan kelas, Sigung hanya diam tak bergerak.

"Ayo cepat kerjakan di papan tulis, Gung!" Pinta Pak Burhan.

"Hmm.. anu pak, hmm.."

Tiba-tiba mulai tercium bau busuk di dalam kelas itu. Siswa-siswa lain serempak menutup hidung, menahan bau busuk yang memaksa masuk ke hidung mereka. Pak Burhan pun refleks ikut menutup hidung.

"Bau apa ini?!" tanya Pak Burhan sambil menutup hidungnya.

"Ma.. maaf, Pak.. hmm.." Sigung tampak malu.

"Kenapa kamu, Gung?" tanya Pak Burhan.

"Sa.. saya.. hmm..  saya cepirit pak," jawab Sigung yang sangat malu sambil lari ke luar kelas.

Sejak saat itu, Sigung selalu mengeluarkan bau yang sangat busuk di saat-saat terdesak.

Kenapa bisa bau ya? Padahal lucu lohh (sumber: Google)


-- TAMAT --


*tulisan ini diikut sertakan dalam #JumaTulis ke tiga yang bertema "Cepirit"


1 komentar: