"ini di mana yah ? aahh, nyasar lagi nih pasti
munculnya."
Aku terus melangkah. sekelilingku gelap. Jarak pandanganku
terbatas hanya beberapa meter ke depan. Sampai akhirnya aku menemukan pintu
kayu itu. Pintu yang sudah sering ku kunjungi. Warnanya coklat pekat, alur
serat kayunya tergambar jelas. aku meraba gagang pintu berwarna kuning keemasan
yang menempel di badan pintu, mencoba membukanya. Pintu terbuka. Aku melihat ke
dalam ruangan, pandanganku masih kabur. Perlahan ku langkahkan kaki ke dalam ruangan,
satu persatu benda-benda di ruangan itu mulai terlihat jelas. ranjang ukuran single bed yang terletak di sudut ruangan,
ada sebuah lemari kayu berukuran sedang dengan tempelan-tempelan foto terletak
di seberang ranjang, dan di sampingnya ada sebuah meja belajar yang di
atasnya banyak buku-buku berjejer rapih. Ada seseorang di situ. Dia sedang asik
dengan laptopnya. Ya, itu dia, Reina. Seperti malam-malam sebelumnya, aku
datang ke kamarnya hanya untuk mengunjunginya, sekadar memberinya semangat untuk
mengerjakan skripsinya.



