close
iklan 150 x 650 kanan

Kamis, 23 Januari 2014

Harus sampai di sini...

Sebenarnya ini late post, basi banget mungkin,
Pendakian pertamaku, bulan Agustus 2013, tapi baru sempat membuat catatan perjalanannya sekarang :P

Berawal dari obrolan iseng di whatsapp salah satu grup pecinta buku, tercetuslah ide untuk melakukan pendakian, dan gunung yang di pilih adalah Gunung Slamet. Gunung ini berada di Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang. Setelah obrolan panjang lebar di grup, akhirnya berkumpulah delapan orang yang akan melakukan pendakian tersebut. Delapan orang ini terdiri dari Aku dan Ray yang tinggal di Tangerang, Gilang di Bekasi, Irvan yang berasal dari Malang, Mas Puthut dari Tegal, Mas Bajang dan Risti berada di Jogja, dan terakhir ada Mamet yang tinggal Di Purwokerto, di kaki Gunung Slamet. Tanggal 16 Agustus akhirnya terpilih menjadi tanggal pendakian kami, dengan semangat 45 kami ingin mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi di Jawa Tengah itu.

Rabu, 25 September 2013

Semoga Kau Bahagia Kelak

"Kamu jahat! Kamu jahat! Kamu tahu kan, selama ini cuma kamu yg aku sayang, cuma kamu yang selalu aku pikirkan, cuma kamu yang selalu aku harap bisa ada di sampingku." Tangis Viona pecah seketika di depan Rei. Ia tak kuasa menahan air mata yang sedari tadi tertahan di pelupuk matanya.

"Kemana janji-janjimu dulu? Kau bilang kau akan terus ada untukku, kau selalu bilang tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan kita. Sekarang dengan alasan klisemu kau pergi begitu saja." Tangisnya semakin menjadi-jadi. Kini hatinya hancur. Orang yang selama ini mengisi hatinya telah pergi. Viona merasa kehilangan sandaran hidupnya.


Rabu, 04 September 2013

Perkenalkan, namaku...

( Sumber: google )

Perkenalkan, namaku Matahari,
Matahari yang akan memberi kehangatan untukmu..

Perkenalkan, namaku Bulan,
Bulan yang akan selalu memberi cahaya di setiap malammu..

Perkenalkan, namaku Bintang,
Bintang yang selalu menghiasi malammu dengan butiran cahaya terangnya..

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kamu itu seperti...

( sumber: Google )


Kamu itu seperti tukang bangunan,
yang selalu saja membuat tembok kokoh di sekelilingmu saat aku ingin mendekat.

Kamu itu seperti pemadam kebakaran,
yang selalu saja berusaha memadamkan api cintaku untukmu.

Kamu itu seperti perawat di rumah sakit,
yang dengan suntikanmu mengalirkan cairan keangkuhanmu dalam nadiku.

Kamu itu seperti pilot,
yang selalu membawa terbang seluruh anganku untuk bisa bersamamu.

Kamu itu seperti anak TI,
yang selalu saja membuat kode-kode penolakan yang kadang tak kusadari.

Kamu itu seperti penulis,
yang selalu mampu menciptakan kata-kata indah, tapi tak pernah tertuju untukku.

Kamu itu seperti pelukis,
yang selalu melukiskan awan mendung dan kau tempatkan tepat di hatiku.

Kamu itu seperti....
aahh.. seperti apapun rupamu,
kamu tetaplah kamu..
yang tetap berjalan angkuh ke depan,
tanpa pernah sedikitpun melirikku yang selalu ada di sekitarmu..

Sabtu, 29 Juni 2013

Mengejar Waktu

"Astagaaaa.. Udah jam setengah satu kurang sepuluh menit!" Pekik Robby panik.

"Haduh, gimana nih, kira2 bisa gak yah nyampe jam 12.50 di sana?" Pikirnya dalam hati

Ibu Dini –dosen psikologi perkembangan- sepertinya sedang bersemangat mengajar, kelas yang seharusnya selesai pukul 12 siang itu ternyata tetap berlanjut hingga jarum di jam tangan Robby sudah menunjukkan pukul 12.30. Robby yang sudah gelisah sejak tadi menunggu Bu Dini keluar kelas langsung menyambar tas dan buku dari mejanya kemudian bergegas keluar kelas saat Bu Dini pergi. Ia berlari menuju lift dengan tangannya yang masih sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

"Aduhh, mana gue belom sempet beli bekal.. Aah, nanti aja di sana deh," gumamnya setibanya di lobby kampus sambil jalan cepat meninggalkan area kampusnya.

Robby berjalan menuju halte untuk menunggu bus. Sialnya, setelah sampai halte ternyata tidak ada satupun bus incaran Robby yang lewat. Semakin panik, ia memutar otak, memikirkan cara lain untuk sampai ke tempat tujuannya.

"Oh iyaa, naik angkot aja, kalau gak salah angkot itu juga menuju ke sana." Tanpa pikir panjang Robby langsung menaiki mobil kijang berwarna biru muda yang sedang mencari penumpang tidak jauh dari halte.